
Buku ini menyajikan pembahasan tentang salah satu karya sastra Ida Pedanda Made Sidemen seorang kawi-wiku yang sudah sangat familiar, terutama di kalangan anak nyastra Bali. Śiwāgama sudah pasti tergolong teks Śiwaistik. Namun, penggunaan bahasanya menunjukkan wacana kebangkitan kembali Brahmanisme di Bali. Penggunaan bahasa dimaksud merujuk kepada penggunaan bait-bait dan doa pemujaan berbahasa Sansekerta, begitu juga kosa-katanya. Selain itu, beberapa bagian menunjukkan kedekatan dengan epos Mahābhārata, seperti ditunjukkan dengan kemunculan nama-nama banyak tokohnya, termasuk nama Bhagawan Byasa. Di samping itu, penciri lain adalah wacana rivalitas antara Śiwa dan Buddha dengan pengunggulan Śiwa sekaligus menyamakan hakikat ajarannya juga menjadi penanda gejala wacana ke arah itu. Yang paling utama adalah penyebutan beberapa kali kitab suci Weda yang disamakan dengan Śiwāgama, semakin menguatkan wacana kebangkitan Brahmanisme tersebut. Sehingga, dengan demikian, Śiwāgama dapat dipandang sebagai teks yang merujuk kepada pandangan tradisional bahwa agama Hindu merujuk kepada otoritas Weda, walaupun dalam kerangka cara pandang Śiwaisme.
Penerjemah: I Nyoman Sujana dan Made Sudiana T.
Pengkaji: W.A. Sindhu Gitananda
Editor: I Wayan Suka Yasa dan I Gusti Agung Paramita
Jumlah halaman 670
Ukuran buku 17 cm x 25 cm


